Selain dinilai mampu menghadirkan pengalaman budaya yang autentik dan berkesan bagi pengunjung, anjungan Provinsi Kalimantan Selatan juga dinilai berhasil berfungsi sebagai pusat aktivitas kreatif sekaligus wadah pengembangan potensi daerah.
Pada ajang tersebut, posisi kedua diraih oleh Bali, sementara Jawa Tengah menempati peringkat ketiga.
Selanjutnya, penghargaan sertifikat terbaik diberikan kepada Sumatra Barat dan Sulawesi Barat, sedangkan kategori resolusi terbaik lainnya diraih oleh Jawa Timur.
Keberhasilan Kalsel mempertahankan gelar ini—setelah sebelumnya juga meraih penghargaan yang sama pada tahun 2025—menjadi bukti komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengelola dan mempromosikan budaya lokal secara profesional.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat peran anjungan sebagai wajah budaya daerah di tingkat nasional.
Gubernur Kalsel, H. Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, yang ditemui di sela-sela acara menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut.
Ariadi menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola anjungan, hingga para pelaku seni dan budaya yang terus menjaga dan mengembangkan warisan daerah.
Menyampaikan pesan khusus Gubernur Kalsel, H. Muhidin, bahwa keberhasilan ini harus menjadi pemicu semangat untuk terus menjaga konsistensi dan meningkatkan kualitas pengelolaan anjungan.







