Dari jumlah tersebut, 22 pasien merupakan warga Kabupaten Banjar, sedangkan masing-masing satu pasien berasal dari Kabupaten Tapin dan Kabupaten Barito Kuala.
Sementara itu, dalam sambutan Bupati Banjar yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Dian Marliana, ditegaskan bahwa meski telah meraih eliminasi malaria, risiko penularan kembali tetap ada.
“Wilayah yang sudah bebas malaria tetap berisiko terjadi penularan kembali karena keberadaan vektor dan mobilitas penduduk,” ujarnya.
Pemerintah daerah pun mendorong penguatan sinergi lintas sektor untuk mempertahankan status nol kasus lokal serta mendukung target Indonesia bebas malaria pada 2030.
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan langkah pencegahan, seperti menghindari aktivitas malam tanpa perlindungan serta menjaga kebersihan lingkungan dari genangan air.
“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, menggigil, berkeringat, sakit kepala dan lemas,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: andi akbar







