Bikin Buku Yasin, Tara Basro Merasa Diminta Vidi Aldiano Selalu Ingat Tuhan
Ukuran Huruf:
“Mimpi apa gue… harus bikin buku Yasin, tapi ada nama lo di dalamnya,” tulisnya dalam unggahan di akun Instagramnya.
Kalimat itu menggambarkan satu hal: proses merelakan kepergian seseorang yang dekat itu tidaklah mudah, bahkan bagi mereka yang terlihat kuat.
Lewat proses pembuatan buku ini, Tara Basro juga mengaku menemukan makna baru.
Artis yang dikenal perfeksionis ini mulai memahami bahwa sesuatu tidak harus sempurna untuk bisa berarti.
Justru ketulusan, doa, dan kenanganlah yang membuatnya menjadi berharga.
Buku Yasin ini pun akhirnya bukan hanya menjadi simbol doa 40 hari, tetapi juga bentuk cinta yang akan terus hidup dalam ingatan banyak orang. (Wartabanjar.com/dwisud)
Editor Restu