Ketika Lebaran mulai dekat, produksi mukena yang dijanjikan Philipus Supriyatin tidak kunjung terealisasi.
Ruben Onsu pun mulai curiga.
Philipus Supriyatin bahkan kemudian menghilang dan tidak bisa dihubungi.
Diduga pria itu telah memanipulasi komunikasi antara Ruben Onsu, dirinya dan perusahaan.
Dalam komunikasi via WA (WhatsApp) itu, Philipus Supriyatin memainkan peran sebagai perwakilan perusahaan dan dirinya sendiri.
Gegara uang miliaran rupiah yang sudah ditransfer untuk biaya bisnis mukena tidak jelas nasibnya, kondisi keuangan Ruben Onsu terganggu.
“Harusnya uang itu bisa digunakan untuk kepentingan yang lain, namun saat ini uang itu menjadi uang yang hilang,” pungkas Minola.
Apakah kasus ini akan dibawa ke ranah hukum?
Minola Sebayang mengatakan kliennya masih menunggu itikad baik Philipus Supriyatin untuk menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan.
Namun, apabila terus tidak ada kejelasan, Ruben Onsu akan menempuh jalur hukum. (Wartabanjar.com/berbagai sumber/dwisud)
Editor Restu







