“Lumayan lama kosong waktu itu,” kenangnya pelan.
Meski tanpa pemimpin definitif, komunitas tetap bertahan dengan semangat kebersamaan yang sudah terbangun sejak lama.
Hingga akhirnya, pada 2023, muncul generasi baru yang dipercaya melanjutkan estafet kepemimpinan.
Sebelum ditetapkan, calon pemimpin bahkan melalui proses semacam uji kelayakan secara informal di rumah Rico, yang dihadiri para senior komunitas.
“Kami lihat langsung orangnya, siap atau tidak memimpin,” tuturnya santai, sambil menggambarkan proses tersebut.
Dari proses itu, terpilih Putra Qomaluddin Attar Nurriqli sebagai pemimpin baru MGR.
Kehadiran sosok muda ini menjadi harapan bagi keberlanjutan komunitas.
Di bawah kepemimpinannya, MGR tetap aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial.
Mulai dari sunat massal, berbagi dengan anak yatim, hingga kegiatan keagamaan.
“Kita ingin tetap hidup dan bermanfaat,” ucap Rico dengan nada penuh harap.
Kini, MGR bukan hanya cerita masa lalu, tetapi juga identitas sosial Banjarbaru. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: andi akbar







