“Jadi kegiatan hari ini kita mulai dengan pawai mini, yang mana kegiatan pawai ini yaitu menampilkan budaya Banjar kita, yaitu apabila khataman kita menyediakan semacam lakatan atau tumpeng, kemudian peserta khataman berpakaian adat Banjar. Ini juga untuk menumbuhkan rasa kebudayaan kepada siswa dan siswi,” tambah Nur Azmi.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan serta menanamkan nilai budaya lokal kepada generasi muda.
Pemilihan lokasi di Pondok Pesantren Al-Madaniyah Jaro dinilai strategis karena mampu menampung jumlah peserta yang besar.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Bupati Tabalong, unsur Pemerintah Kecamatan Jaro, pengawas pendidikan, perwakilan Kementerian Agama, pemimpin pondok pesantren, serta para kepala sekolah dan dewan guru dari sekolah dasar di dua kecamatan tersebut.
Panitia berharap kegiatan khataman Al-Qur’an ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana pembinaan generasi muda yang religius sekaligus berkarakter. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu







