Fenomena ini umumnya berasal dari awan Cumulonimbus yang tinggi dan tidak stabil sehingga terjadi gesekan partikel es dan air yang menghasilkan energi listrik besar.
Karakteristik dan bahaya hujan petir:
Waktu: Petir sering terjadi saat atau sesaat sebelum hujan deras.
Bahaya: Selain hujan, petir membawa risiko sambaran listrik langsung, angin kencang, banjir bandang, dan es.
Lokasi: Umumnya terjadi di wilayah tropis.
Proses terjadinya hujan petir:
- Pembentukan awan: Udara hangat dan lembap naik, mendingin, dan membentuk awan Cumulonimbus yang intens.
- Pemisahan muatan: Gesekan partikel es dalam awan menyebabkan bagian atas awan bermuatan positif, sementara bagian bawah bermuatan negatif.
- Pelepasan muatan (petir): Saat perbedaan muatan antara awan dan tanah (atau antar awan) terlalu besar, terjadi pelepasan arus listrik raksasa yang terlihat sebagai kilat.
- Suara guntur: Panas instan dari petir memanaskan udara di sekitarnya secara ekstrem, menyebabkan ekspansi udara cepat yang menghasilkan suara menggelegar.
(Wartabanjar/dwisud)
Editor: Yayu







