“Ya intinya tekajut (terkejut) sidin, panik. Namanya musibah, kita tidak tahu. Ibaratnya ngeblank kalau sudah terkejut itu. Antara menghindari atau menyalip, tapi di depan itu ada dua mobil berjajar dan ada kendaraan juga. Makanya setir ter-anu (terbanting), beliau tidak ingat lagi sampai situ saja,” jelas Yusuf.
Meski sempat terjadi selip dan kehilangan kendali, pihak rekan kerja memastikan bahwa kondisi armada pick up tersebut sebenarnya dalam keadaan laik jalan sebelum kecelakaan terjadi.
“Tapi kalau kondisi mobil kayak rem dan sebagainya, aman saja,” tambah Yusuf di lokasi wawancara.
Komitmen Ganti Rugi dan Kondisi Korban
Meskipun satu korban harus dilarikan ke RS BCM Pelaihari akibat luka di kepala, pihak Dishub memberikan kabar baik bahwa kondisi korban saat ini terpantau stabil.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan kedinasan, pihak sopir menyatakan siap menanggung segala kerugian materiil yang dialami pemilik kendaraan maupun fasilitas yang rusak.
“Kalau untuk korban alhamdulillah aman saja. Satu dibawa ke RS kemarin, sisanya aman. Mungkin motornya saja (yang rusak parah), tapi kami tetap bertanggung jawab untuk mengganti kerugiannya,” tegas Yusuf
Saat ini, satu unit mobil pikap dan empat sepeda motor yang terlibat masih diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti. Pihak Dishub pun berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







