WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Pedro Acosta, pembalap Red Bull KTM Factory Racing, mengkritik padatnya kalender MotoGP yang mencapai 22 seri per musim ditambah format Sprint. Menurutnya, jadwal yang terlalu rapat berpotensi memperpendek karier pembalap karena tingginya tekanan fisik dan mental.
Jadwal MotoGP yang Padat
Dalam dua musim terakhir, MotoGP menggelar 22 seri per tahun. Sejak 2023, balapan Sprint juga ditambahkan, sehingga jumlah balapan yang harus dijalani pembalap meningkat drastis. Hal ini membuat setiap pekan balap terasa lebih intens dibanding era sebelumnya.
Pedro Acosta, juara dunia dua kali asal Spanyol, menyampaikan keresahannya kepada Motorsport.com. Ia menilai kalender yang terlalu padat akan membuat karier pembalap lebih singkat. “Tidak mungkin bertahan selama 22 pekan dengan sesi penting setiap hari,” ujarnya.
Dampak pada Pemulihan Cedera
Selain tekanan fisik, jadwal rapat juga menyulitkan pembalap yang mengalami cedera. Dengan jeda antar seri yang semakin sempit, waktu pemulihan menjadi tidak optimal. Kondisi ini dinilai merugikan pembalap yang membutuhkan masa istirahat lebih panjang.







