WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Iran resmi mengembalikan aset Zahra Ghanbari, kapten Timnas Putri, yang sebelumnya disita setelah ia mencari suaka di Australia. Keputusan ini diambil setelah Ghanbari pulang ke Teheran dan dinyatakan tidak bersalah, sekaligus menyoroti tekanan yang dialami atlet perempuan Iran di luar negeri.
Zahra Ghanbari, kapten Timnas Putri Iran, sempat masuk dalam daftar “pendukung musuh” setelah bersama empat rekannya mencari suaka di Australia usai Piala Asia Wanita 2026. Aksi mereka dipicu penolakan menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk protes terhadap rezim Republik Islam Iran.
Penyitaan Aset
Sebagai konsekuensi, otoritas Iran menyita aset para pemain yang dianggap membelot. Nama Ghanbari masuk dalam daftar 400 warga negara Iran yang asetnya dibekukan. Langkah ini menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia yang menuduh pemerintah menekan atlet dengan ancaman terhadap keluarga mereka.
Perubahan Keputusan
Namun, situasi berubah setelah Ghanbari memutuskan kembali ke kampung halamannya. Pengadilan Iran menyatakan dirinya tidak bersalah dan aset yang sempat disita dikembalikan. Media lokal Mizan menuliskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan hukum dan perubahan sikap Ghanbari.
Sambutan di Teheran







