WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia sering kali dijuluki sebagai “pembunuh senyap” karena sifatnya yang hampir tidak bergejala pada tahap awal.
Para ahli kesehatan mulai mengungkap bahwa tubuh sebenarnya memberikan sinyal-sinyal kecil yang sering kita abaikan.
Sinyal-sinyal itu memang tak disadari namun sebaiknya perlu diketahui sejak dini.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, dr. Monika Wassermann, dikutip Kamis (9/4/2026), mengingatkan bahwa meskipun kondisi ini berkembang lambat selama bertahun-tahun, tetap ada tanda-tanda fisik yang bisa ditemukan.
Jika kita lebih teliti, sambungnya, kita harus memperhatikan anggota tubuh sendiri.
Kondisi hiperkolesterolemia ditandai dengan tingginya kadar “kolesterol jahat” (LDL) di dalam darah.
Jika dibiarkan, katanya, tumpukan kolesterol ini akan membentuk plak pada dinding pembuluh darah.
“Proses ini dikenal sebagai aterosklerosis. Plak inilah yang menjadi ancaman utama karena dapat menyumbat aliran darah dan memicu penyakit kardiovaskular serius, seperti serangan jantung atau stroke,” katanya.
Salah satu petunjuk unik untuk mendeteksi kondisi ini secara mandiri adalah dengan memeriksa kondisi tangan, khususnya bagian kuku.
dr. Wassermann menjelaskan bahwa kadar kolesterol yang sangat tinggi menyebabkan terbentuknya plak yang menghambat sirkulasi darah ke area ujung tubuh.
Efeknya, kuku akan terlihat jauh lebih pucat dari biasanya karena kurangnya suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah.







