WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Sejumlah warga dan pedagang di Pasar Pelaihari mengeluhkan lonjakan harga plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini membuat para pedagang resah karena selain menambah biaya operasional, pasar juga terpantau masih sepi pembeli pada Rabu (8/4/2026).
Keluhan masyarakat tersebut didasari kenaikan harga yang cukup drastis, sehingga mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan ini.
Plastik yang menjadi kebutuhan utama, terutama bagi pedagang kecil dan UMKM kuliner, kini dirasa kian mencekik.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopdag) Kabupaten Tanah Laut, H. Khairul Rijal, memberikan penjelasan terkait penyebab meroketnya harga plastik di pasaran lokal yang mencapai kenaikan hingga 50 persen.
Menurutnya, lonjakan harga ini dipicu oleh situasi global yang sedang bergejolak, terutama konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu suplai minyak dunia.
Hal ini berdampak langsung karena 70 persen bahan baku industri plastik nasional (nafta) masih bergantung pada impor.







