Ketua Paguyuban Perajin Tempe dan Tahu Jawa Barat Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai Impor
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Ketua Paguyuban Perajin Tempe dan Tahu Jawa Barat Muhammad Zamaludin menjelaskan lonjakan harga kedelai impor menekan pendapatan para perajin. Kenaikan harga kedelai pada awal April mencapai sepuluh ribu enam ratus rupiah per kilogram dari harga delapan ribu rupiah.
Muhammad Zamaludin menyampaikan kepada RRI Pro3 bahwa kenaikan harga plastik serta kunyit juga turut membebani biaya produksi tahu. Perajin telah menaikkan harga per papan sebesar lima ratus rupiah namun belum mampu menutup seluruh biaya operasional usaha.
Langkah pengurangan ukuran tempe dan tahu menjadi pilihan terakhir jika harga bahan baku kedelai terus mengalami kenaikan signifikan. Zamaludin memastikan operasional produksi perajin masih tetap berjalan meskipun keuntungan yang didapat saat ini semakin mengecil setiap harinya.
Konflik Timur Tengah menjadi pemicu utama gangguan rantai pasok global yang menyebabkan harga komoditas kedelai impor melonjak sangat tajam. Indonesia sejauh ini masih sangat bergantung pada pasokan impor karena tingkat produksi kedelai dalam negeri masih tergolong rendah.
Pemerintah berencana menggulirkan tujuh puluh ribu ton kedelai SPHP guna melakukan stabilisasi harga di tingkat pasar domestik nasional. Program distribusi cadangan tersebut diharapkan mampu meredam lonjakan harga serta menjaga keberlangsungan usaha perajin kecil di berbagai daerah. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar