Selain itu, H Fani juga memaparkan adanya pergeseran signifikan pada profil tenaga kerja di Tabalong. Jika sebelumnya didominasi lulusan sekolah dasar dan menengah, kini semakin banyak tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan sarjana.
“Artinya Indeks Pembangunan Manusia meningkat, jumlah sarjana bertambah. Ini harus diberdayakan, baik di dunia kerja maupun melalui wirausaha mandiri,” katanya.
Untuk menekan angka pengangguran, Pemkab Tabalong juga mendorong masuknya investasi guna membuka lapangan kerja baru. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah mengaktifkan kembali bandara di Tabalong.
“Dengan pembukaan bandara, investor akan lebih tertarik datang ke Tabalong. Saat ini sudah ada beberapa investor yang melirik sektor jasa dan perhotelan,” ungkapnya.
Di sektor pertanian, pemerintah daerah juga terus memberikan dukungan melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti traktor, handtraktor, combine harvester, hingga drone pertanian. Upaya ini dinilai berhasil menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Sekarang banyak petani milenial bermunculan. Bahkan Tabalong mampu surplus beras hingga 68 persen,” pungkasnya.(wartabanjar.com/Suhardi/*).
Editor Restu







