Dalam waktu singkat, program pencetakan 15.000 tenaga terampil sudah berjalan.
Begitu pula program 1.000 sarjana, yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh putra-putri Tabalong melalui kuliah gratis hasil kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi ternama, termasuk sekolah kedinasan seperti STIS dan STAN.
Tak hanya itu, dibawah komandonya, Pemkab Tabalong juga tengah menjajaki kerja sama pendidikan ke luar negeri, seperti ke Mesir dan Yaman, guna memperkuat visi Tabalong sebagai daerah religius.
Di sektor ekonomi, fokus pada pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan mulai menunjukkan hasil.
Pendapatan petani meningkat, dan angka kemiskinan berhasil ditekan hampir 1 persen.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu pencapaian yang paling terlihat.
Jalan dan jembatan di berbagai wilayah kini mulus dan beraspal, bahkan membuka akses ke desa-desa yang sebelumnya terisolasi.
Langkah besar lainnya adalah rencana pengembangan Bandara Warukin, yang akan diperpanjang landasannya agar dapat didarati pesawat berbadan besar, membuka peluang konektivitas dan pertumbuhan ekonomi baru.
BACA JUGA: BMKG Sebut Kalsel Masuki Musim Pancaroba, April-Mei 2026 Waspada Cuaca Ekstrem
Di bidang kesehatan, inovasi program Homecare menjadi perhatian tersendiri.
Melalui program ini, tenaga kesehatan secara berkala mendatangi rumah warga untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Bagi suami dari Dessy Suryani Noor Rifani ini, prinsip hidupnya sederhana namun kuat, yaitu kerja adalah ibadah.
Ia meyakini bahwa pengabdian yang dilakukan dengan niat tulus akan membawa hasil terbaik bagi masyarakat. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu







