WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Suasana Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Banjarbaru di Aula Linggangan DPRD Banjarbaru, Sabtu (28/3/2026), berlangsung tegang.
Satu per satu perwakilan cabang olahraga (cabor) meninggalkan ruang sidang.
Tercatat enam cabor memilih walk out, yakni Tenis Meja, Paralayang, Voli, PSSI, Balap Sepeda, dan Aero Sport.
Aksi tersebut dilakukan setelah mereka menyampaikan protes, namun merasa tidak mendapatkan tanggapan memadai dari Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).
Ketua Cabor Tenis Meja, Nurkhalis Anshari, mengatakan keputusan meninggalkan forum diambil karena berbagai keberatan yang telah disampaikan sebelumnya tidak direspons dengan baik.
“Sebelum ini sudah kami sampaikan surat yang juga ditembuskan ke KONI Provinsi agar Musorkot ditunda. Namun dari proses penjaringan oleh TPP kami merasa waktunya sangat singkat,” ujarnya.
Ia menilai masa pendaftaran bakal calon Ketua KONI Banjarbaru yang hanya berlangsung selama tiga hari, 25 hingga 27 Maret 2026, berpotensi menutup peluang bagi calon alternatif.
Selain itu, ia juga menyoroti rapat kerja yang dikemas dalam kegiatan buka puasa pada 18 Maret lalu.
Menurutnya, sejumlah cabor tidak menerima undangan, namun tetap dianggap menyetujui hasil rapat.
“Di satu sisi kami tidak diundang, tapi di sisi lain dianggap tidak hadir dan mengikuti keputusan rapat,” jelasnya.







