Musorkot KONI Banjarbaru Diwarnai Perdebatan, Sejumlah Cabor Walk Out

“Sebagai ketua harian, saya tidak menerima undangan baik melalui grup maupun secara pribadi. Saya menilai ini bentuk diskriminasi terhadap cabang olahraga bola voli,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti aspek legalitas undangan Musorkot yang disebut ditandatangani oleh ketua dengan masa jabatan yang telah berakhir.

“Seharusnya ditandatangani oleh panitia yang sudah dibentuk. Kami menilai ini cacat hukum dan menyatakan keberatan apabila Musorkot tetap dilaksanakan hari ini,” tegasnya.

Ia menegaskan kehadiran pihaknya dalam forum tersebut merupakan mandat organisasi, bukan untuk mendukung calon tertentu.

BACA JUGA: Barito Putera Tak Pernah Kebobolan dari Persiku, Rekor Dua Laga Jadi Modal Kuat

“Kehadiran kami di sini bukan untuk mendukung calon tunggal,” ungkapnya.

Sejumlah cabor juga meminta agar pelaksanaan Musorkot ditunda dan diambil alih oleh KONI Provinsi.

Ketegangan yang tak kunjung mereda akhirnya memuncak.

Sejumlah cabor memilih meninggalkan forum sebagai bentuk protes terhadap jalannya Musorkot KONI Banjarbaru. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu