WARTABANJAR.COM, BARABAI – Antusiasme masyarakat Hulu Sungai Tengah (HST) terhadap film lokal terlihat di film horor “Kuyank” di Bioskop Banua, Balai Rakjat Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Minggu (29/3).
Film Kuyank sukses menarik sekitar 2.000 penonton hanya dalam empat hari penayangan saat libur Idul Fitri 2026.
Pemutaran yang berlangsung sejak 21 hingga 24 Maret tersebut menjadi momen perdana digelarnya bioskop sementara di Balai Rakjat dalam suasana Lebaran.
Ketua Umum Balai Rakjat Creative Hub Barabai, Ahmad Rizqan, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan potensi besar industri perfilman di daerah.
“Kurang lebih 2.000 penonton yang meramaikan pemutaran film ‘Kuyank’ selama empat hari. Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami menggelar bioskop saat Lebaran,” ujarnya, Minggu (29/03/2026).
Tak hanya menghadirkan hiburan, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi dan kontribusi bagi daerah. Dari penayangan tersebut, pemerintah daerah memperoleh pemasukan dari pajak hiburan serta retribusi penggunaan gedung milik daerah.
“Film ini turut menyumbang pendapatan daerah sebanyak 10 persen melalui pajak hiburan dan retribusi pemakaian gedung Balai Rakjat selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.
Di luar itu, geliat ekonomi kecil juga ikut terasa. Penjual makanan dan minuman di sekitar lokasi turut merasakan ramainya pengunjung yang datang silih berganti.
Film “Kuyank” sendiri merupakan karya produksi Dari Hati Films (DHF) yang mengangkat kisah urban legend Kalimantan Selatan tentang sosok “kuyang” makhluk dalam cerita rakyat yang dikenal menyeramkan.
Disutradarai oleh Johansyah Jumberan, sineas asal Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), film ini masih berada dalam semesta “Saranjana: Kota Gaib”, dengan latar cerita tujuh tahun sebelum peristiwa film sebelumnya.







