WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Mas, Desa Masingai I, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan berinovasi dengan mengolah limbah peternakan ayam petelur menjadi pupuk organik berbahan dasar kotoran ayam (kohe).

Ketua BUMDes Sumber Mas, Sugeng Ariadi, mengatakan pemanfaatan limbah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah bagi kas, sekaligus mendukung keberlanjutan usaha peternakan yang dikelola BUMDes.

“Pupuk dari kotoran ayam ini diproses secara metode pertanian sehingga memiliki kualitas yang baik dan layak jual. Ini menjadi sumber pendapatan tambahan selain dari budidaya ayam petelur,” ujar Sugeng, Sabtu (28/3/2026).

Baca Juga Laka Maut Depan SMKN 3 Kuala Kapuas, 1 Meninggal Dunia, 4 Luka

Ia menjelaskan, BUMDes Sumber Mas saat ini mengelola sekitar 1.000 ekor ayam petelur yang berasal dari dana desa tahun 2025 melalui program ketahanan pangan.

"Nah, dalam proses produksinya, kohe ayam terlebih dahulu dicampur dengan sekam padi yang sudah dibakar. Selanjutnya, campuran tersebut diberikan formula tambahan seperti EM4 dan molase, kemudian diaduk hingga merata," jelas Sugeng.

Setelah itu, lanjutnya, bahan dimasukkan ke dalam karung dengan berbagai ukuran untuk dipasarkan.

Sugeng menambahkan, dari hasil pengumpulan kohe selama 4 hingga 5 hari, pihaknya mampu memproduksi sekitar 15 sak pupuk dengan berat masing-masing 36 kilogram.

Untuk pemasaran, pupuk organik tersebut dijual dalam kemasan 5 kilogram dengan harga Rp15.000 per kemasan.

Menurutnya, permintaan pupuk cukup tinggi. Konsumen umumnya berasal dari kalangan petani dan penghobi tanaman, terutama untuk kebutuhan tanaman bunga dan hortikultura.

“Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan BUMDes, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memperoleh pupuk organik yang terjangkau,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Suhardi).

Editor Restu