Simpang Empat Banjarbaru Jadi Titik Tumpuan, Kepadatan Dinilai Jadi Masalah Struktural

“Secara geometrik mungkin terlihat cukup, tapi secara operasional volume kendaraan sudah melampaui kapasitas efektif, terutama saat jam sibuk,” ujarnya.

Selain itu, tingginya konflik pergerakan kendaraan seperti belok dan keluar-masuk kawasan, ditambah aktivitas tepi jalan, turut memperparah kondisi lalu lintas.

BACA JUGA: Pemkab Tabalong Usulkan 1.620 ASN 2026, Disetujui Hanya 165 Formasi CPNS dan PPPK

“Masalahnya bukan sekadar lebar jalan, tapi kapasitas sistemik simpul yang sudah jenuh,” tegasnya.

Dr. Akbar menambahkan, kondisi tersebut menjadi cerminan pertumbuhan kota yang tidak diimbangi dengan kesiapan sistem dan infrastruktur.

“Masalahnya bukan hanya macet sesaat, tetapi cermin kota yang tumbuh lebih cepat daripada sistem dan infrastrukturnya,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu