Niat Memancing, Pria di Sampit Malah Ketemu Buaya, Ini Data Kemunculan dan Serangan Predator Sungai di Kotim

WARTABANJAR.COM, SAMPIT – Seorang warga bernama Marliansyah mengalami kejadian tak terduga saat menjaring ikan di Sungai Marjan, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Alih-alih mendapatkan ikan, ia justru menemukan seekor anak buaya dengan panjang sekitar 1,2 meter. Peristiwa tersebut terekam dalam video dan kemudian viral di media sosial.

Berdasarkan keterangan dalam video yang diunggah akun Instagram @redaksiborneonews, anak buaya tersebut akhirnya diamankan oleh komunitas pencinta reptil setempat untuk menghindari potensi bahaya bagi warga.

Kejadian ini kembali menyoroti meningkatnya kemunculan buaya di wilayah Kotawaringin Timur dalam beberapa tahun terakhir.

Data Kemunculan dan Serangan Buaya

Berdasarkan data historis periode 2010 hingga 2025, tercatat sekitar 52 hingga 54 kasus konflik antara manusia dan buaya di Kotawaringin Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Dalam lima tahun terakhir (2019–2024), tren konflik menunjukkan peningkatan dengan total 28 kejadian. Sebagian besar korban mengalami luka-luka, namun terdapat pula kasus fatal.

Pada tahun 2024, tercatat empat kejadian serangan buaya, meningkat dibandingkan tahun 2023 dan 2022 yang masing-masing hanya satu kasus. Bahkan, pada 2025, jumlah kasus semakin mengkhawatirkan dengan enam kejadian hingga Oktober, termasuk satu korban meninggal dunia.

Selain itu, dalam beberapa periode pada 2025, laporan kemunculan buaya bahkan terjadi hampir setiap hari.

Wilayah Rawan dan Pola Kemunculan