WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Sholat hajat merupakan salah satu ibadah sunnah yang dikerjakan umat Islam untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar keinginan atau hajat yang diharapkan dapat dikabulkan.
Pelaksanaan sholat hajat merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Al Baqarah ayat 45:
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ
Artinya: “Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya (sholat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”
Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan tentang sholat hajat dalam sebuah hadits:
“Barang siapa mempunyai hajat (kebutuhan) kepada Allah atau kepada salah seorang anak Adam, hendaklah ia berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu sholat dua rakaat, kemudian memuji Allah dan bersholawat kepada Nabi SAW, setelah itu berdoa.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Tata Cara Sholat Hajat
Berikut tata cara sholat hajat dari awal hingga akhir:
Membaca niat sholat hajat
Takbiratul ihram
Membaca doa iftitah
Membaca Surah Al-Fatihah dan salah satu surah Al-Qur’an
Rukuk
Iktidal
Sujud pertama
Duduk di antara dua sujud
Sujud kedua
Berdiri untuk rakaat kedua dengan urutan yang sama
Tasyahud akhir
Salam
Sholat hajat dapat dikerjakan dua rakaat atau empat rakaat. Jika dikerjakan empat rakaat dengan satu salam, setelah rakaat kedua langsung berdiri tanpa tasyahud awal hingga rakaat keempat, kemudian ditutup dengan tasyahud akhir dan salam.
Niat Sholat Hajat
Niat Sholat Hajat 2 Rakaat
اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillaahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah SWT.”
Niat Sholat Hajat 4 Rakaat
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى







