Bantuan tersebut akan disalurkan di dua kecamatan yakni 20 hektar dialokasikan untuk Kecamatan Tanta dan 5 hektar lainnya untuk Kecamatan Muara Uya.
“Untuk tahun ini kita cuma sekitar 25 hektar saja yang bisa kita penuhi karena memang kemarin ada pengurangan anggaran sekitar 30 sampai 40 persen yang harus kita kurangi dan ini berdampak,” ujar Anik pada wartabanjar com, Sabtu (14/3/2026).
Meski terjadi pengurangan anggaran, lanjutnya, DKP3 Tabalong tetap mengupayakan agar program peremajaan tanaman karet dapat terus berjalan dan bantuan bibit karet tersebut direncanakan akan disalurkan pada triwulan ketiga tahun 2026.
Pemerintah daerah berharap program ini dapat membantu petani mendapatkan tanaman karet yang lebih produktif dan berkualitas sehingga usaha perkebunan karet di Kabupaten Tabalong dapat terus berkembang secara berkelanjutan. (wartabanjar.com/Suhardi).
Editor Restu







