WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Klub raksasa Inggris, Tottenham Hotspur, menghadapi ancaman kerugian finansial yang sangat besar jika terdegradasi dari Premier League musim ini. Kerugian yang berpotensi dialami bahkan diperkirakan mencapai 250 juta poundsterling atau sekitar Rp5,6 triliun.
Saat ini Tottenham berada dalam situasi yang cukup rawan di klasemen sementara Liga Inggris. Klub asal London Utara tersebut menempati peringkat ke-16 dengan koleksi 29 poin dari 29 pertandingan. Posisi ini membuat mereka hanya unggul tipis dari tim-tim di bawahnya seperti Nottingham Forest dan West Ham United yang terus menekan di zona degradasi.
Jika skenario terburuk terjadi dan Tottenham turun ke kasta kedua sepak bola Inggris, pendapatan klub diprediksi akan turun drastis dari berbagai sektor. Salah satu sumber pemasukan terbesar yang akan hilang adalah hak siar televisi Premier League yang nilainya mencapai lebih dari 100 juta poundsterling per musim.
Selain itu, kontrak sponsor utama klub juga berpotensi mengalami penurunan nilai. Kerja sama dengan sponsor seperti Nike dan perusahaan asuransi AIA yang bernilai sekitar 70 juta poundsterling per tahun memiliki klausul yang memungkinkan nilainya turun apabila Tottenham tidak lagi bermain di Premier League.
Pendapatan dari penjualan tiket pertandingan juga akan ikut terdampak. Pada musim lalu, Tottenham mencatat pemasukan sekitar 130 juta poundsterling dari penjualan tiket, menjadikannya salah satu klub dengan pendapatan matchday terbesar di Eropa. Jika bermain di Championship, harga tiket tentu tidak dapat dipatok setinggi ketika berlaga di kasta tertinggi.







