“Polda Kalsel mendapat target dari Polri dapat menanam sebanyak 1.431 hektare lebih jagung dan Polda Kalsel sudah memiliki 2.052 hektare luas tanah dengan 900 hektare yang telah ditanam,” ungkap Yudha.
Ia memproyeksikan produktivitas bisa mencapai angka 8 hingga 9 ton per hektare.
Senada dengan hal tersebut, Sekda Provinsi Kalsel, Syarifuddin, memberikan apresiasi atas inisiatif institusi Polri dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Kami sangat mendukung langkah ini. Semoga program penanaman jagung ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya para petani di Kalimantan Selatan,” tuturnya.
BACA JUGA: Vidi Aldiano Meninggal Dunia, ini Perjalanannya Melawan Kanker Ginjal
Optimisme ini pun disambut baik oleh para petani di akar rumput.
Kartono, perwakilan kelompok tani di Tanah Laut, mengakui bahwa sistem kerja sama yang ada saat ini memangkas keraguan petani terkait mata rantai distribusi dan pemasaran.
“Keuntungan yang kami terima benar-benar bersih, sehingga hasilnya lebih terasa bagi petani. Kami juga tidak perlu pusing memikirkan penjualan hasil panen,” pungkas Kartono.
Melalui sinergi lintas instansi ini, Tanah Laut diharapkan tidak hanya sekadar menanam, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi tulang punggung produksi jagung nasional yang berkelanjutan dan menyejahterakan petani. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Yayu







