WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Satuan Reserse Narkoba Polres Tabalong mengungkap jaringan peredaran sabu di wilayah Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak. Dalam pengungkapan yang dilakukan menjelang waktu berbuka puasa tersebut, polisi mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Penangkapan bermula dari diamankannya seorang pria berinisial MSF (28), warga Kelurahan Mabuun, di rumahnya pada Rabu (4/3/2026). Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Tabalong, AKP Andi Prateknjo.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo melalui PS Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo membenarkan penangkapan tersebut. Dari hasil pemeriksaan badan terhadap MSF, petugas menemukan satu bungkus plastik klip berisi serbuk kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bersih 0,11 gram.
“Kami menemukan satu paket sabu dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka MSF,” ujar IPTU Heri Siswoyo.
Dari hasil interogasi, MSF mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang perempuan berinisial YH (37), warga Desa Puain Kiwa, Kecamatan Tanjung, yang saat ini berdomisili di Kelurahan Mabuun.
Petugas kemudian melakukan pengembangan kasus setelah waktu Magrib dengan mendatangi rumah YH di sebuah kompleks perumahan di Kelurahan Mabuun. Penggeledahan dilakukan dengan disaksikan aparat kelurahan setempat.
Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan tiga bungkus plastik klip berisi serbuk kristal bening yang diduga sabu serta satu bungkus plastik klip berisi satu butir tablet obat yang diduga narkotika.
Kepada petugas, YH mengaku mendapatkan barang tersebut dari seorang pria berinisial AB (38), warga Desa Masingai I, Kecamatan Upau, yang kebetulan saat itu sedang berada di rumahnya.
Dari hasil pemeriksaan terhadap AB, polisi kembali menemukan informasi bahwa ia menyimpan empat paket sabu di sebuah rumah di Desa Kasiau, Kecamatan Murung Pudak. AB juga mengaku memperoleh barang tersebut dari seorang pria berinisial UD (41), warga Kelurahan Sulingan, Kecamatan Murung Pudak, yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sate keliling.







