WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Selatan mengajak umat Islam untuk melaksanakan Salat Gerhana Bulan (Salat Khusuf) saat terjadinya Gerhana Bulan Total pada Selasa, 3 Maret 2026.
Melalui akun Instagram resmi @kemenagkalsel, Kemenag menyampaikan bahwa Salat Gerhana Bulan dilaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah SAW sebagai bentuk ibadah dan penghambaan kepada Allah SWT.
Gerhana Bulan Total menjadi momentum refleksi atas kebesaran Allah SWT sekaligus pengingat bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.
Dasar Hukum Salat Gerhana
Salat gerhana merupakan salat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) berdasarkan kesepakatan para ulama dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Dalam hadis riwayat Al-Bukhari disebutkan bahwa ketika terjadi gerhana matahari bertepatan dengan wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah SAW, sebagian sahabat mengira gerhana terjadi karena kematian tersebut. Namun Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka berdoalah kepada Allah dan dirikan salat hingga kembali tampak.” (HR. Al-Bukhari)
Tuntunan Saat Terjadi Gerhana
Nabi Muhammad SAW mengajarkan beberapa hal ketika terjadi gerhana matahari maupun bulan, di antaranya:
Menghadirkan rasa takut kepada Allah SWT karena gerhana merupakan tanda kebesaran-Nya dan pengingat akan hari kiamat serta azab akibat dosa manusia.
Memperbanyak doa dan mengingat akhirat. Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa jika umat mengetahui apa yang beliau ketahui, niscaya akan sedikit tertawa dan banyak menangis.
Menyerukan panggilan “Ashshalatu Jamiah” sebagai ajakan salat berjamaah. Dalam pelaksanaannya tidak ada azan dan iqamah karena hanya berlaku untuk salat fardhu lima waktu.
Disunnahkan mengeraskan bacaan surat dalam salat gerhana, baik dilakukan siang maupun malam hari.
Tata Cara Salat Gerhana Bulan
Berikut tata cara Salat Gerhana Bulan dua rakaat:
Niat salat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala.
Takbiratul ihram seperti salat biasa.
Membaca doa iftitah, Al-Fatihah, dan surat lain dengan suara dikeraskan.
Ruku pertama dengan durasi panjang.
Iktidal (bangkit dari ruku).
Membaca kembali Al-Fatihah dan surat lain (lebih singkat dari sebelumnya).
Ruku kedua (lebih singkat dari ruku pertama).
Iktidal.
Sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kembali.
Bangkit untuk rakaat kedua dengan tata cara yang sama, namun bacaan dan gerakan lebih singkat.












