Ia tidak ingin keunggulan daerah hanya berhenti pada tahap diskusi tanpa eksekusi yang tajam.
“Hampir pada tiap sektor di Tanah Laut memiliki potensi unggulan. Tugas kita sebagai pengusaha muda adalah memastikan potensi tersebut tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi kekuatan ekonomi yang nyata,” jelasnya.
Visi besar Evan adalah membangun HIPMI sebagai ekosistem yang progresif dan berdaya saing global.
Ia menekankan bahwa inovasi dan kolaborasi antar anggota menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman.
“Ke depan, Insyallah kita akan membangun HIPMI Tanah Laut sebagai wadah pengusaha muda yang progresif, kolaboratif, dan berdaya saing. Progresif dalam berpikir, kolaboratif dalam membangun jejaring,” tambah Evan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pengusaha muda untuk menjadikan HIPMI sebagai tempat bernaung sekaligus kawah candradimuka untuk tumbuh bersama guna memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.
“Kita tidak akan mampu jika harus berjalan sendirian. HIPMI harus menjadi rumah besar, menjadi tempat untuk berproses, untuk bertumbuh dan berjejaring, sehingga dapat berkontribusi bagi orang banyak,” tegasnya.
BACA JUGA: Warga & Tentara Israel Lari Panik Kocar-kacir Diserang Rudal Iran
Sebagai penutup, Evan mengingatkan bahwa pengusaha muda harus mampu menjadi lokomotif pembangunan dan pencipta lapangan kerja, bukan sekadar entitas yang mencari keuntungan pribadi semata.
“Mari buktikan bahwa pengusaha muda bukan hanya pencari keuntungan pribadi. Dengan ber-HIPMI, kita mampu menjadi penggerak ekonomi daerah dan mitra strategis pemerintah dalam menjalankan pembangunan,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Yayu







