Indonesia Sudah Lolos, Pelatih Malaysia Malah Sesumbar Juara Piala Asia 2027
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Pelatih tim nasional Malaysia, Peter Cklamovski, menunjukkan rasa optimisme tinggi terkait peluang timnya menjuarai Piala Asia 2027. Pernyataan ini menarik perhatian publik sepak bola Asia Tenggara, terutama karena situasi Malaysia masih belum aman untuk lolos ke putaran final.
Di kawasan Asia Tenggara, tim nasional Indonesia justru sudah lebih dulu memastikan tiket ke Piala Asia 2027. Kepastian itu didapat setelah langkah Garuda ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, yang sekaligus mengamankan slot ke turnamen Asia tersebut.
Sementara itu, Malaysia masih berada di fase penyisihan dan belum memastikan kelolosan. Kondisi ini diperparah oleh sorotan terhadap isu naturalisasi pemain yang sempat menjadi perhatian publik.
Meski demikian, Cklamovski tetap percaya diri. Pelatih asal Australia itu menilai skuad Harimau Malaya mengalami perkembangan signifikan sejak ia mengambil alih tim.
Ia menegaskan target besar tetap dipasang, yakni datang ke Piala Asia bukan sekadar berpartisipasi, tetapi untuk merebut gelar juara.
“Mentalitas kami adalah pergi ke Piala Asia untuk memenangkannya. Itu yang memotivasi kami setiap hari,” ujar Cklamovski.
Menurutnya, proses pembenahan tim terus berjalan. Ia mengaku memantau performa pemain secara detail, baik di level klub maupun tim nasional, untuk menciptakan persaingan sehat di dalam skuad.
Ambisi besar tersebut disebut menjadi modal penting bagi Malaysia untuk meningkatkan level permainan dan mengejar target jangka pendek, yakni memastikan tiket ke putaran final Piala Asia 2027.
Di sisi lain, situasi ini menimbulkan perbandingan dengan Indonesia yang sudah lebih dulu melangkah pasti. Dengan progres yang lebih stabil, Timnas Indonesia kini dinilai berada dalam posisi lebih matang menghadapi turnamen besar Asia mendatang.
Pernyataan Cklamovski pun memantik reaksi publik, mengingat Malaysia belum sepenuhnya mengamankan tempat, namun sudah memasang target juara. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar