- Gula sederhana dan makanan manis berlebihan.
Makanan yang tergolong jenis ini seperti sirup, kue, permen, dan minuman bersoda.
“Cepat menaikkan kadar glukosa darah dan meningkatkan risiko hiperglikemia,” ucapnya.
2. Gorengan dan makanan tinggi lemak jenuh atau trans.
Makanan ini dapat memicu resistensi insulin, meningkatkan risiko dislipidemia, dan memperburuk kontrol gula darah.
3. Memakan makanan dengan porsi berlebihan.
Glukosa darah bisa melonjak tinggi akibat makan berlebihan setelah seharian berpuasa.
4. Memakan takjil berkalori tinggi.
Takjil berkalori tinggi biasanya terdapat pada kolak, gorengan, dan es campur dengan gula tambahan.
“Sebaiknya diganti dengan kurma secukupnya (1–2 butir) atau buah segar rendah indeks glikemik,” jelasnya.
BACA JUGA: Ojol Perempuan di Banjarmasin Jadi Korban Order Fiktif, Saldo Rp2 Juta Raib Langsung Pingsan
Pola Hidup yang harus Dihindari Selama Ramadhan:
- Melewatkan sahur. Melewatkan makan sahur bagi penderita diabetes dapat meningkatkan risiko hipoglikemia dan kelelahan.
- Kurangnya hidrasi. Salah satu pola hidup yang kurang tepat saat menjalani bulan Ramadhan yaitu membatasi minum air putih hanya saat berbuka. “Padahal kebutuhan cairan harus dipenuhi antara berbuka hingga sahur,” terangnya.
- Olahraga berat. Olahraga berat saat menjalani puasa berisiko menyebabkan hipoglikemia dan dehidrasi. “Olahraga ringan lebih aman dilakukan setelah berbuka atau tarawih,” ungkapnya.
- Tidak memantau gula darah. Mengabaikan pemeriksaan mandiri kadar gula darah membuat hipoglikemia atau hiperglikemia tidak terdeteksi.
(wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu







