WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Debut resmi Maarten Paes bersama klub besar Belanda Ajax Amsterdam akhir pekan lalu rupanya tak hanya menyita perhatian fans sepak bola, tetapi juga memicu reaksi tak terduga dari kiper muda klub itu sendiri.

Di pertandingan Eredivisie melawan NEC Nijmegen, Paes kiper yang baru didatangkan dari FC Dallas dengan nilai transfer dikabarkan sekitar 1,2 juta Euro dipercaya menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang setelah cedera parah yang dialami kiper utama Ajax, Vitezslav Jaros.

Performa kiper berpaspor Indonesia ini tergolong impresif. Paes menunjukkan refleks yang baik dan melakukan beberapa penyelamatan penting meski pertandingan berakhir imbang 1-1. Penampilan ini bahkan mendapat pujian dari analis sepak bola dan pelatih, yang menyebut langkah Ajax mendatangkannya sangat tepat.

Namun, kebahagiaan atas debut itu ternyata berbanding lurus dengan rasa kecewa yang dirasakan salah satu kiper muda Ajax, Joeri Heerkens. Kiper berusia 19 tahun itu harus kembali bermain di tim Jong Ajax karena gagal mendapatkan kesempatan debut bersama tim senior meskipun bergabung lebih dulu dengan klub.

“Sangat wajar merasa kecewa ketika pilihan pelatih tidak jatuh pada saya,” ujar Heerkens kepada media, mengakui bahwa ia berharap kesempatan tampil di level senior akan segera datang. Meski begitu, ia menyatakan akan terus bekerja keras di tim junior untuk mempersiapkan peluang berikutnya.

Paes sendiri telah mengukir debut yang patut dikenang, bahkan mencatatkan sejumlah penyelamatan krusial yang membantu Ajax menghindari kekalahan. Statistik pertandingan menunjukkan performanya layak mendapat apresiasi tinggi dari pelatih dan pendukung.

Dengan absennya Jaros hingga akhir musim, peluang Paes untuk terus menjaga gawang Ajax terbuka lebar. Sedangkan Heerkens harus menunggu kesempatan yang mungkin akan datang di laga-laga berikutnya jika performanya tetap konsisten bersama Jong Ajax. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar