la menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan potensi pangan lokal yang murah dan mudah didapat tanpa harus bergantung pada buah atau pangan impor yang mahal.
Menariknya, dalam setiap sosialisasi, DKPP juga membagikan bibit tanaman
kepada masyarakat dan sekolah. Langkah ini bertujuan agar anak-anak mengenal sumber pangan mereka sejak dini sekaligus menjamin kesegaran dan keamanan sayuran yang dikonsumsi.
“Nanti kami akan memberikan bibit tanaman sayur, agar anak sekolah mengenal dengan sayuran lokal daerah kita sendiri, istilahnya aman dari yang berbahaya,” tutur Dila.
Terkait legalitas produk pangan olahan, DKPP Tanah Laut juga menyediakan. layanan sertifikat keamanan pangan (PSAT-PDUK) secara gratis.
Izin Pangan Segar Asal Tumbuhan Produk Dalam Negeri Usaha Kecil (PSAT-PDUK) merupakan bentuk registrasi atau izin edar untuk produk pangan segar asal tumbuhan yang dihasilkan oleh usaha mikro dan kecil, yang oleh pelaku usaha produknya sering ditemukan di minimarket atau warung-warung.
Sebagai penutup, ia menambahkan bahwa untuk meningkatkan kreativitas pengolahan pangan lokal, DKPP akan kembali menggelar Lomba Menu B2SA Berbasis Pangan Lokal tingkat kabupaten yang melibatkan kader Posyandu dan TP-PKK dari 11 kecamatan di Tanah Laut.
“Adapun program/lomba B2SA Tingkat Kabupaten, bekerjasama dengan TP. PKK Kabupaten dan melibatkan peserta dari kader posyandu dan TP.PKK Kecamatan dari 11 Kecamatan di Kabupaten Tanah Laut. Nanti kalau sudah dapat juaranya, biasanya akan dipertandingkan lagi untuk mengikuti program B2SA tingkat provinsi Kalimantan Selatan,” tutup Dila Arisanti.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







