DKPP Tanah Laut Perketat Uji Sampel di Pasar

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Tanah Laut terus memperkuat pengawasan keamanan pangan di masyarakat serta menggencarkan kampanye konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) guna meningkatkan diversifikasi pangan sekaligus dapat menekan angka stunting.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan DKPP Tanah Laut, Dila Arisanti, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai media di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tanah Laut yang beralamat di Angsau, Pelaihari pada Senin (23/02/2026).

Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan melanjutkan bahwa salah satu fokus utama bidangnya tahun ini adalah memastikan keamanan pangan segar asal tumbuhan (PSAT) yang beredar di pasar-pasar tradisional melalui uji sampel secara kualitatif dan pengukurannya dilakukan secara berkala.

Baca Juga Beredar Foto Dugaan Penangkapan Pelemparan Molotov di Banjarmasin

Hal ini dilakukan untuk mendeteksi adanya zat berbahaya seperti formalin hingga residu pestisida.

“Keamanan pangan menguji sampel sayur, ikan dan ayam misalnya, ada di pasar di 11 kecamatan wilayah Kab. Tanah Laut. Cek residu pestisida dan formalin. Kami mengujinya secara sederhana, dengan alat uji test kit) ” ujar Dila Arisanti.

Selain pengawasan di pasar, DKPP juga menyasar sekolah-sekolah di wilayah dengan angka stunting yang masih perlu perhatian khusus.

Pihaknya mengimbau para orang tua untuk lebih kreatif dalam menyajikan menu makanan rumah yang kaya protein dan tidak terpaku pada satu jenis lauk saja.

“Masyarakat diharapkan makanannya yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) Orang tua diharapkan dapat menyajikan makanan yang mengandung sumber makanan pokok, sayur, ikan, dan buah. Jangan dibiasakan anak cuma diberi nasi dan telur saja tanpa ada sayuran,” tambahnya.

Dila menekankan pentingnya asupan protein hewani yang banyak terdapat pada ikan, telur dan ungags seperti ayam dan bebek bagi anak usia dini dan usia sekolah.