“Alasannya karena Hokky sempat merasa kram dan tidak bisa banyak berlari. Dia menyelesaikan pertandingan dengan rasa kram, jadi kami menempatkannya sebagai penjaga gawang,” ungkap Pena.
Pelatih 42 tahun itu menyayangkan timnya tak bisa membawa pulang poin dari Bandung, walau sebetulnya ia merasa Persita pantas mendapatkannya.
Tak banyak tim yang datang ke Bandung dengan karakter yang diperlihatkan Pendekar Cisadane.
“Sayangnya kami tidak bisa bawa pulang poin dari sini, setidaknya satu poin, menurut saya para pemain dan tim saya pantas mendapatkannya. Kami datang ke sini bermain dengan kepribadian dan karakter,” sesal Pena. (Wartabanjar.com/rilis)
Editor Restu







