Diserbu Warga, Pasar Hanyar Barabai Jadi Surga Takjil dan Kuliner Tradisional saat Ramadhan 1447 H

“Sejak sebelum ada Pasar Ramadan rutin seperti sekarang, saya sudah berjualan. Biasanya kue lam dan amparan tatak yang paling banyak dicari saat Ramadan,” ujarnya.

Bagi Saniah, Ramadan bukan hanya momentum berdagang, tetapi juga upaya mempertahankan eksistensi kue tradisional agar tetap diminati.

Hal serupa disampaikan Yana, pedagang kue tradisional yang hampir delapan tahun rutin membuka lapak setiap Ramadan.

“Setiap Ramadan pasti ikut. Saya buat sendiri risol, jaring baras, lamang, dan kue tradisional lainnya. Alhamdulillah, pembeli selalu ada,” katanya.

Tradisi yang Terus Hidup

Menurut para pedagang, Pasar Ramadan bukan sekadar tempat jual beli, tetapi juga ruang berkumpul warga untuk mencari menu berbuka bersama keluarga.

Ramainya Pasar Ramadan di Pasar Hanyar Barabai menunjukkan tradisi berburu takjil masih sangat diminati masyarakat HST. Selain meningkatkan pendapatan pedagang, kegiatan ini juga menjadi cara menjaga warisan kuliner tradisional agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.(wartabanjar.com/Adew)

editor: nur_muhammad