“Rakor diikuti unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait. Pembahasan difokuskan pada perkembangan inflasi, gejolak harga bahan pokok, distribusi, serta kesiapan pasokan menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ujar Masturi.
BACA JUGA: HEBOH! Data IDF Sebut Ada Pemuda Berkewarganegaraan Indonesia Diduga Jadi Prajurit Israel
Di sisi lain, Badan Pangan Nasional melaporkan bahwa faktor cuaca menjadi dalang utama naiknya harga cabai di pasaran.
Sementara itu, Perum Bulog mengakui adanya hambatan distribusi beras, terutama ke wilayah timur Indonesia, meski stok minyak goreng subsidi (MinyaKita) diklaim masih dalam posisi stabil.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Pertanian memprediksi masuknya masa panen cabai serta produksi daging dan telur ayam ras pada pekan ini dapat menjadi “rem” alami
untuk menahan laju inflasi.
Pemerintah daerah kini dituntut untuk memperkuat koordinasi dengan distributor agar rantai pasok tidak terputus saat permintaan warga meningkat tajam di bulan Ramadan nanti. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Yayu







