Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan bank sentral dapat memangkas suku bunga “beberapa kali lagi” tahun ini jika inflasi kembali ke target 2 persen.
Sementara itu, Gubernur Federal Reserve Michael Barr menilai penurunan suku bunga mungkin diperlukan dengan mempertimbangkan risiko terhadap prospek inflasi.
Faktor Geopolitik Turut Mempengaruhi
Dari sisi geopolitik, Iran dan Amerika Serikat disebut mencapai kesepahaman mengenai “prinsip-prinsip panduan” dalam perundingan nuklir.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan hal tersebut belum berarti kesepakatan final akan segera tercapai.
Di sisi lain, Ukraina dan Rusia juga menyelesaikan hari pertama pembicaraan damai di Jenewa. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Kiev bergerak cepat untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung empat tahun.
Pergerakan Logam Mulia Lainnya
Selain emas, harga logam mulia lain juga bergerak bervariasi:
Perak spot turun 2,2 persen menjadi 75,05 dolar AS per ounce, setelah sebelumnya anjlok lebih dari 5 persen
Platinum naik 2 persen menjadi 2.049,42 dolar AS per ounce
Paladium menguat 1,9 persen menjadi 1.714,64 dolar AS per ounce
Harga Emas Masih Jadi Sorotan Investor
Kenaikan harga emas ini menunjukkan bahwa logam mulia tetap menjadi aset lindung nilai utama, terutama di tengah ketidakpastian suku bunga dan tensi geopolitik global.
Pasar kini menunggu sinyal berikutnya dari The Fed untuk menentukan arah pergerakan emas dalam beberapa pekan ke depan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







