Imlek 2026 di Pelaihari: Barongsai Pecahkan Keramaian

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Gemuruh suara tambur dan simbal yang memadati sepanjang Jalan H Boejasin, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut menjadi sinyal kuat kebangkitan tradisi warga Tionghoa pada Senin (16/02/2026) malam.

Perayaan malam Tahun Baru Imlek 2026 ini bukan sekadar tontonan yang memicu kemacetan panjang di hari libur. Lebih dari itu, acara ini menjadi panggung pembuktian eksistensi budaya yang sempat lama tidak muncul ke permukaan secara masif.

Hani Momongan, selaku panitia penyelenggara sekaligus warga Tionghoa setempat, mengungkapkan bahwa momentum ini adalah ikhtiar generasi muda.

Baca Juga Kronologi Perkelahian Maut di Masjid Jami, Korban Meninggal Dunia Usai Ditikam

“Tradisi ini sebenarnya sudah dipertemukan sejak lama,” ujar Hani mengawali pembicaraan.

Hani menjelaskan bahwa ada semangat baru dari para pemuda untuk menghidupkan kembali akar budaya mereka di Tanah Laut.

“Hanya dengan generasi yang belakangan ini ingin berusaha untuk mengangkat kembali budaya-budaya,” lanjutnya.

Hani sempat meluruskan pandangan mengenai anggapan hilangnya tradisi tersebut di tengah masyarakat Pelaihari.

“Bukan hilang ya, tetapi beberapa waktu kita (tidak) bisa melaksanakan,” jelas Hani menekankan bahwa semangat budaya itu sebenarnya tetap terjaga.

Ia merasa bersyukur karena di malam Tahun Baru Imlek kali ini, kerinduan masyarakat Tionghoa untuk merayakan identitasnya dapat terwujud secara terbuka.

“Keluarga Tionghoa khususnya di Tanah Laut menyambut kegembiraan ini,” katanya dengan nada penuh syukur.

Bagi komunitas Tionghoa, momen ini adalah bentuk kemandirian dalam melestarikan warisan leluhur di tanah kelahiran.

“Mengadakan perayaan sendiri yang akan ini dikembangkan di Tanah Laut,” tambah Hani.

Antusiasme warga yang membludak di sepanjang jalan protokol Pelaihari menunjukkan bahwa Barongsai memiliki daya tarik universal.