“Berbagai persoalan tersebut menuntut peran ulama yang lebih aktif, solutif, dan responsif agar kehadiran MUI benar-benar dirasakan umat,” ujarnya.
Tujuan utama kegiatan ini meliputi penguatan konsolidasi internal organisasi, penyusunan kebijakan umum MUI Kalsel periode mendatang, serta menjadi forum pertukaran gagasan untuk merumuskan solusi atas persoalan umat dan mendukung agenda pembangunan daerah.
“Musda ini kami harapkan melahirkan program kerja yang konkret serta kepemimpinan yang mampu membawa MUI semakin relevan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Banua,” pungkas Ma’ruf.
Pada Musda tersebut turut diserahkan piagam penghargaan kepada Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin yang diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. Muhammad Syarifuddin, sebagai bentuk apresiasi dari Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Selatan atas dukungan dan sinergi Pemerintah Provinsi Kalsel dalam pembinaan umat dan kehidupan keagamaan di Banua.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan unsur Forkopimda Kalsel dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Ketua MUI Pusat yang diwakili oleh Wakil Sekjen MUI Bidang Halal, Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Syafrudin Noor dan Ketua Umum MUI Kalsel.
Turut hadir juga Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Ketua MUI Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Pimpinan Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan, segenap pengurus MUI Kabupaten dan Kota se-Kalsel, pemimpin wilayah bank syariah dan konvensional, perwakilan majelis-majelis agama serta seluruh tamu undangan dan peserta musyawarah. (rfq/adpim)







