WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Perkembangan industri pertahanan Tanah Air kembali mendapat momentum signifikan.
PTDI dan Sari Bahari menjajaki ekspansi pasar global roket nasional upaya strategis memperluas jangkauan produk roket nasional Indonesia.
PT Dirgantara Indonesia (PTDI), salah satu perusahaan BUMN strategis di sektor kedirgantaraan dan pertahanan, bersama dengan PT Sari Bahari, menandatangani Letter of Intent (LoI) yang membuka peluang kerja sama untuk memasarkan roket nasional ke pasar internasional. Penandatanganan LoI dilakukan di ajang Singapore Airshow 2026 yang berlangsung di Singapura pada 9 Februari 2026.
Strategi Penetrasi Pasar Internasional
Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak sepakat untuk menjajaki pemasaran bersama roket kaliber 70 mm dan 80 mm buatan dalam negeri, sekaligus memperluas jaringan distribusi produk pertahanan Indonesia di luar negeri.
Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global industri pertahanan, sekaligus meningkatkan daya saing produk roket nasional. Ia menekankan bahwa kerja sama tersebut akan membuka peluang baru bagi ekspor, serta menciptakan sinergi kuat antara pelaku industri pertahanan dalam negeri.
Lebih lanjut, kolaborasi ini sejalan dengan komitmen PTDI untuk mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui penguatan portofolio produk, peningkatan kapabilitas teknis, dan perluasan network mitra strategis internasional.







