WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mulai memperketat pengawasan pasar serta menyiapkan sistem pemantauan harga berbasis real-time, Senin (9/2/2026).
Langkah strategis ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar di Ruang VIP Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Laut.
Salah satu poin krusial yang mencuat adalah rencana adopsi Sistem Informasi Bahan Pokok Penting (SIBAPOKTING) untuk memantau pergerakan harga sembako secara digital dan lebih akurat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Laut, Masturi, S.STP., menegaskan pentingnya penambahan personel pengawas harga di pasar melalui koordinasi lintas SKPD.
Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan ketersediaan serta kestabilan harga bahan pokok, terutama menjelang Ramadhan.
Pasar Murah dan Pasar Ramadhan Mulai Dijadwalkan
Selain penguatan teknologi informasi, intervensi pasar secara langsung juga telah disiapkan.
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskumdag) Tanah Laut berencana menggelar pasar murah di Desa Raden pada pertengahan Februari, disusul dengan empat kali pelaksanaan Pasar Ramadhan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Sinergi lintas instansi pun diperkuat. Kejaksaan Negeri menyatakan kesiapan melakukan pendampingan pengawasan distribusi, mulai dari distributor hingga pengecer.
Sementara itu, Inspektorat menyarankan agar komoditas dengan inflasi tinggi, seperti beras, menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan pasar murah.
