Selain itu, api ini juga menjadi penanda pemutusan hubungan sementara, bahwa hubungan keduniawian antara jenazah dan rumah (dunia orang hidup) telah terputus secara adat, dan arwah tersebut sedang dalam proses transisi menuju tempat asalnya.
Dalam konteks tertentu, terutama sebelum puncak ritual Tiwah, ada prosesi pembakaran yang menandai peralihan raga menjadi abu, menyimbolkan pengembalian unsur-unsur raga ke alam semesta yang biasanya disebut sebagai Betunu.
(wartabanjar.com/yayu/berbagai sumber)
Editor: Yayu
