Viral Video Suku Dayak Tamuan Lepas Arwah Pakai Ritual Adat Puar Kambe di Kapuas

BACA JUGA: VIRAL! Patin Raksasa 31 Kg di Pasar Kahayan Palangkaraya Laku Rp46 Juta Bikin Heboh Warganet

Puar kambe biasanya dilakukan pada hari ketiga setelah prosesi penguburan jenazah yang beragama Kaharingan.

Puar kambe biasanya dilaksanakan pada senja, setelah matahari setengah terbenam.

Upacara ini bertujuan untuk membuang hal-hal yang bersifat sial/bala bagi segenap keluarga yang ditinggalkan.

Upacara ini dipandu oleh seorang pemuka agama setempat, dimana rukun atau aturan upacara juga dipenuhi sehingga tujuan ritual tersebut dapat dicapai.

Bahan yang digunakan adalah tikar purun yang digulung, dibawakan oleh 5 orang pamuar (orang yang menyeret api di ritual ini).

Setiap setelah melakukan ritual itu, para pamuar akan “malahap” sebanyak 3 kali, dan hapuar ini akan dilakukan 3-5 kali tergantung panduan dari pemuka agama.

Dalam tradisi kematian suku Dayak penganut Kaharingan (khususnya Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah), pelepasan jenazah seringkali melibatkan simbol-simbol api sebagai bagian dari ritual penyucian dan pengantaran arwah menuju tempat keabadian (Lewu Tatau).

Membawa api ke dalam rumah atau menggunakannya dalam prosesi pelepasan memiliki makna mendalam yaitu penyucian dan pembersihan (Hantuen Liau).

Api disimbolkan sebagai elemen penyuci untuk membersihkan rumah dari pengaruh buruk atau “sial” yang mungkin tertinggal setelah kematian.

Api mengusir roh-roh jahat atau energi negatif agar tidak mengganggu anggota keluarga yang masih hidup.

Api (biasanya obor) juga diyakini bisa menjadi penerang jalan arwah di alam kematian, dibawa sebagai penerang bagi roh (liau) yang dilepas meninggalkan rumah agar menemukan jalan menuju dunia arwah dengan tenang.

Baca Juga :   Bukan Mayat, ini Isi Karung yang Dibawa Pria di Tambora

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca