Menurutnya, pembangunan tidak hanya mencakup rumah, tetapi juga infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, drainase, sanitasi, air bersih, hingga rencana pengembangan pembiayaan mikro bagi masyarakat.
“Ini adalah pilot project kolaborasi pentahelix. Rumah dibangun oleh SMF, lahan disiapkan pemerintah daerah, jalan oleh provinsi, dan ke depan prasarana lingkungan lainnya akan didukung Kementerian PKP. Legalitas rumah juga berstatus hak milik,” jelas Anggoro.
Ia juga menyebutkan bahwa pada tahap berikutnya direncanakan penambahan 36 unit rumah, seiring dengan pengembangan kawasan yang lebih terpadu dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Suriani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan rumah komunitas petugas kebersihan tersebut.
Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Presiden RI dalam mendukung Asta Cita melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah.
BACA JUGA: MIRIS! Kakak Tiri Diduga Perkosa Adik Selama 4 Tahun di Tanah Bumbu, Korban Diancam Dibunuh
“Pemerintah daerah siap mendukung dan menyukseskan seluruh program Asta Cita Presiden, termasuk penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Kami berharap rumah komunitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh para penerima manfaat,” ujarnya.
Dengan diresmikannya pembangunan rumah inti tumbuh konvensional ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap program kolaboratif serupa dapat terus berlanjut dan menjadi model pembangunan perumahan berkelanjutan yang berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya para pekerja pelayanan dasar. (wartabanjar.com/mckalsel)
Editor: Yayu







