Warganet ramai mempertanyakan maksud istilah tersebut, mengingat Hary Tanoe adalah tokoh publik yang sangat berpengaruh di Indonesia, khususnya di bidang media massa.
Hubungan Hary Tanoesoedibjo dengan Donald Trump
Selain isu intelijen, dokumen tersebut juga menyoroti hubungan bisnis yang erat antara Hary Tanoesoedibjo dengan Donald Trump, yang dalam narasi dokumen disebut saat ini menjabat sebagai Presiden AS.
Dokumen itu mengungkap detail transaksi properti yang dinilai tidak wajar di kawasan elit Beverly Hills.
Berikut adalah poin-poin penting terkait hubungan bisnis Hary Tanoe dan Trump yang terungkap dalam dokumen:
- Pembelian Rumah: Hary Tanoe disebutkan membeli rumah milik Donald Trump di Beverly Hills.
- Harga Inflasi: Dokumen mencatat, “Hary bought his Beverly Hills home from Trump at an inflated price (NFI),” yang berarti rumah tersebut dibeli dengan harga jauh di atas harga pasar.
- Pengembangan Hotel: Hary juga disebut terlibat dalam proyek pengembangan hotel milik Trump
Belum Ada Klarifikasi Resmi dari Hary Tanoe
Di tengah riuh rendah spekulasi ini, nama keluarga Tanoesoedibjo kembali menjadi sorotan.
Warganet juga mulai mengaitkan isu ini dengan kasus dugaan korupsi bansos beras tahun 2020 yang menyeret nama kakaknya, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (Rudi Tanoe).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi dari pihak Hary Tanoesoedibjo maupun MNC Group terkait beredarnya dokumen ini dan tudingan yang mengarah pada istilah “Indonesian CIA.”
Sementara itu, Epstein Files membeberkan banyak sekali tokoh berpengaruh dunia yang disebut di berkas tersebut, seperti Donald Trump, Bill Clinton, Pangeran Andrew hingga para selebriti internasional di antaranya adalah Bruce Wilis dan Demi Moore. (wartabanjar.com/berbagai sumber)
