Presiden Prabowo dalam arahannya menekankan pentingnya kemandirian nasional dan kepercayaan pada kekuatan sendiri, sebagaimana diajarkan Panglima Besar Jenderal Sudirman.
“Dunia saat ini berada dalam kondisi nyata, bukan ideal, di mana kekuatan masih menjadi faktor penentu dalam hubungan internasional,” ucapnya.
Menurut Presiden, tugas utamanya sebagai pemegang mandat rakyat adalah menjaga keselamatan bangsa dan melindungi seluruh rakyat Indonesia.
“Indonesia tidak menginginkan perang, namun harus selalu siap menghadapinya sebagai langkah pencegahan,” ujar Prabowo lagi.
Presiden Prabowo juga menyinggung kekayaan sumber daya alam Indonesia yang sejak ratusan tahun lalu menarik bangsa-bangsa asing datang ke Nusantara, dan menyebut sejarah penjajahan menjadi pelajaran penting agar Indonesia tetap waspada, sekaligus menjaga jati diri bangsa yang ramah namun berdaulat.
Selain arahan langsung dari Presiden, ada 3 sesi paparan yang dilaksanakan pada Rakornas kali ini. Yakni dinsesi pertama ada paparan mengenai Program Strategis Presiden di bidang Kebijakan Ekonomi, Investasi, dan Energi, dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Investasi/Kepala BKPM, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, yang difokuskan pada penguatan ekonomi nasional, peningkatan investasi terintegrasi, serta optimalisasi potensi energi dan sumber daya alam.
Selanjutnya pada sesi dua, pembahasan diarahkan pada Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Swasembada Pangan, Kampung Nelayan Merah Putih, serta Program Makan Bergizi Gratis, yang dipaparkan oleh para menteri terkait tentang peran strategis pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara pada sesi ketiga, mengangkat topik Peran Polri, Kejaksaan Agung, TNI, dan KPK dalam Mengawal Program Strategis Presiden, yang menegaskan pentingnya pengawasan, penegakan hukum, serta stabilitas keamanan dalam mendukung keberhasilan program pemerintah.(wartabanjar.com/adpim)
Editor Restu







