“Kami mencoba mengakomodasi itu dengan menghadirkan Premium Pick-Up. Tujuannya untuk mensegmentasikan kebutuhan pelanggan, ada yang VIP, premium, maupun reguler,” tambahnya.
Untuk menikmati layanan ini, bandara menetapkan tarif Rp50 ribu untuk 30 menit pertama. Waktu tersebut dinilai ideal bagi penjemputan cepat tanpa harus terburu-buru.
“Layanan ini ditujukan bagi mereka yang membutuhkan efisiensi waktu, biasanya antara satu hingga 30 menit,” katanya.
Dalam dua tahun terakhir, Bandara Internasional Syamsudin Noor mencatat volume penumpang tahunan di kisaran 2,5 juta hingga 3,1 juta orang. Jika dirata-rata, pergerakan harian mencapai 8.000 hingga 9.000 penumpang, bahkan melonjak hingga 10.000–11.000 orang pada periode tertentu.
Lonjakan itulah yang mendorong manajemen bandara untuk terus berbenah.
“Dengan volume yang terus bertambah, kami harus mulai melakukan penataan layanan agar semua pelanggan merasa nyaman,” pungkas Stephanus.
Hadirnya Premium Pick-Up menjadi penanda bahwa Bandara Syamsudin Noor tak hanya mengejar angka, tetapi juga berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih tertib, nyaman, dan manusiawi di tengah denyut mobilitas yang terus tumbuh.(wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur_muhammad
