Dia menyebut proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dapat menambah kapasitas produksi sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun, menurunkan kebutuhan impor bensin menjadi sekitar 19 juta kiloliter pada 2026 serta mendukung efisiensi pasokan energi nasional.
Bahlil juga menargetkan penghentian impor jenis BBM non-subsidi seperti bensin RON 92, RON 95, RON 98 dan avtur pada 2027 sebagai bagian dari usaha mencapai kemandirian energi nasional. Pernyataan itu disampaikan untuk menegaskan komitmen pemerintah mengurangi ketergantungan energi impor secara bertahap. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar





