Menurut Danoe, pemahaman alat pemadam menjadi kunci utama keberhasilan di lapangan. Ia menekankan bahwa metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) harus melekat sebagai refleks, bukan sekadar teori.
“Ini bukan latihan biasa. Setiap personel harus benar-benar paham dan mampu mengoperasikan APAR dengan cepat dan tepat dalam situasi darurat,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, Satpol PP dan Damkar Tanah Laut berharap para personel tidak hanya berani menghadapi api, tetapi juga cerdas secara taktis dan terukur dalam mengambil tindakan.
Upaya antisipasi dini terhadap potensi kebakaran di lingkungan perkantoran dan area publik pun terus diperkuat, demi memberikan rasa aman dan perlindungan maksimal bagi masyarakat Bumi Tuntung Pandang.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur_muhammad







