Tim putri Selandia Baru ia bawa ke Piala Dunia Putri dua kali pada 2007 dan 2011.
Ia memimpin timnas putri Kanada saat menjadi tuan rumah Piala Dunia Putri 2015.
Paling diingat, ia meloloskan timnas putra Kanada yang diperkuat generasi Alphonso Davies ke Piala Dunia 2022, Piala Dunia pertama mereka setelah absen 36 tahun sejak debut pada 1986.
Pada jumpa pers di Jakarta pekan lalu, Herdman mengungkapkan langkah pertamanya di Indonesia adalah mendengarkan keluh kesah Jay Idzes dan kawan-kawan, tentang cerita-cerita mereka dari kegagalan menembus Piala Dunia 2026.
Ia akan berusaha mendengarkan, lalu memahami, dan kemudian mengambil tindakan agar Indonesia tak mengulang cerita yang sama pada babak kualifikasi Piala Dunia 2030.
“Ada 280 juta orang yang, anda tahu, berhak berada di level tertinggi sepak bola dunia. Mereka sangat menginginkannya dan anda bisa merasakannya di setiap video yang saya tonton. Bagi saya, emosi-emosi itu, saya merasakan untuk pertama kalinya tanggung jawab itu.”
“Anda tahu ini adalah kesempatan besar bagi negara ini. Dan sebagai pemimpin, saya siap memikul beban itu,” tegas Herdman. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







